Terungkap Alasan 2 Nelayan Gunakan Bom Ikan hingga Picu Ledakan yang Hancurkan 9 Rumah di Sibolga

Dua orang yang diduga terkait peledakan bom ikan di Kota Sibolga, Sumatera Utara pada 24 Januari 2022 lalu dibekuk. Keduanya adalah pria berinisial D (31), warga Budi Luhur, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah dan FA (37) warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga. Keduanya mengaku baru tiga kali mencari ikan di laut dengan cara menggunakan bom sejak bulan Desember 2021.

Mereka beralasan jika mencari ikan dengan cara menjaring ikan menggunakan pukat udang hasilnya sedikit. Sehingga mereka pun mulai beralih dengan menggunakan bom ikan rakitan. "Kemudian, untuk modus operandi mereka ini, mereka melakukan penangkapan ikan dengan cara pukat udang.

Namun karena hasil tidak memuaskan maka beralih menggunakan bahan peledak atau bahasanya bom ikan untuk melakukan penangkapan ikan di laut," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Jumat (4/2/2022). Dari tangan tersangka polisi menyita beberapa barang bukti di antaranya, 16 buah korek kayu, kaleng cat, 3 timah pemberat badan, kemudian 3 ikat selang yang semuanya diduga digunakan untuk bom ikan. Akibat perbuatannya mereka pun dijerat dengan undang undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman paling berat hukuman penjara seumur hidup dan paling ringan 20 tahun.

"Dalam undang undang darurat nomor 12 tahun 1951 dihukum dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara selama lamanya 20 tahun," ucapnya Hadi. Sebelumnya, sebuah ledakan besar meledak dan menghancurkan sebuah gudang di Tangkahan Beringin Jalan KH, Ahmad Dahlan, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, 24 Januari 2022. Sedikitnya sembilan bangunan rusak dalam insiden ini dan korban luka sebanyak tujuh orang.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.