Mengenal 7 Benua di Dunia dan Karakteristiknya, Benua Amerika Utara hingga Benua Antartika

Benua merupakan bagian dari permukaan Bumi. Menurut , Benua adalah bagian bumi berupa tanah atau daratan yang sangat luas. Sehingga, bagian tengah benua itu tidak mendapat pengaruh langsung dari angin laut (seperti Eropa, Australia, Amerika, Afrika, dan Asia).

Setiap benua memiliki karakteristik yang berbeda. Menurut , suatu pulau dapat diidentifikasikan sebagai bagian dari suatu benua berdasarkan keterkaitan dengan pulau pulau di sekitarnya. Permukaan benua telah berubah berkali kali karena pembentukan gunung, pelapukan, erosi, dan penumpukan sedimen.

Selengkapnya mengenai karakteristik benua, simak rangkuman materi berikut ini. Dilansir , inilah karakteristik tujuh benua: Amerika Utara merupakan benua terbesar ketiga di dunia.

Benua ini terbentang dari Kepulauan Aleutian kecil di barat laut hingga Tanah Genting Panama di selatan. Batas benua Amerika Utara mencakup pulau besar Greenland di timur laut. Di ujung utara, benua ini membentang di belahan dunia, dari Greenland hingga Aleutians.

Benua Amerika Utara memiliki ngarai yang dalam, seperti Copper Canyon di negara bagian Chihuahua, Meksiko. Terdapat beberapa geyser paling aktif di dunia yang terletak di Taman Nasional Yellowstone, di negara bagian Wyoming, AS. Negara yang berada di benua Amerika Utara yaitu Kanada, Amerika Serikat, Greenland, Meksiko, Belize, Kosta Rika, El Salvador, Guatemala, Honduras, Nikaragua, Panama, dan negara negara di Laut Karibia dan barat Atlantik utara.

Amerika Selatan adalah benua terbesar keempat dan membentang dari pantai cerah Laut Karibia ke perairan dingin di dekat Lingkaran Antartika. Benua Amerika Selatan terhubung ke benua Amerika Utara oleh Tanah Genting Panama yang sempit. Pulau pulau paling selatan Amerika Selatan menampung beberapa burung Antartika, seperti penguin, elang laut, dan dara laut.

Hutan hujan Amerika Selatan mengandung banyak sekali kehidupan hewan dan tumbuhan. Ada lebih dari 15 ribu spesies tumbuhan dan hewan hanya ditemukan di lembah Sungai Amazon. Beberapa negara di benua Amerika Selatan adalah Brasil, Kolombia, Argentina, Peru, Venezuela, Chili, Ekuador, Bolivia, Paraguay, Uruguay, Guyana, dan Suriname.

Benua Eropa adalah benua terbesar keenam dan hanya terdiri dari tujuh persen daratan dunia. Meski benua ini tidak terlalu besar dari Kanada, namun populasinya dua kali lipat dari Amerika Selatan. Eropa memiliki lebih dari 40 negara dan banyak kota besar dunia, termasuk London (Inggris), Paris (Prancis), Berlin (Jerman), Roma (Italia), Madrid (Spanyol), dan Moskow (Rusia).

Benua ini berbatasan dengan Samudra Arktik di utara, Samudra Atlantik di barat, Laut Kaspia di tenggara, serta Laut Tengah dan Laut Hitam di selatan. Iklim musim panas yang hangat, musim dingin yang dingin, dan hujan yang melimpah membuat sebagian besar lahan pertanian Eropa ini sangat produktif. Di timur, Pegunungan Ural memisahkan Eropa dari Asia.

Negara negara Rusia dan Kazakhstan mengangkangi kedua benua. Sedangkan di selatan, Pegunungan Alpen membentuk busur yang membentang dari Albania ke Austria, lalu melintasi Swiss dan Italia utara ke Prancis. Afrika adalah benua terbesar kedua yang luasnya lebih dari tiga kali luas benua Amerika Serikat.

Benua Afrika membentang dari utara ke selatan sekitar delapan ribu kilometer. Terdapat gurun paling panas di dunia, yaitu gurun Sahara. Luas Sahara mencakup sebagian besar Afrika Utara.

Selain gurun, benua Afrika juga memiliki sungai terpanjang di dunia, yaitu Sungai Nil, yang mengalir lebih dari 6.560 kilometer dari di Danau Victoria ke Laut Mediterania di utara. Sedangkan, sebagian besar bagian atas Afrika adalah gurun yang kering dan panas. Pada area tengah memiliki sabana, atau dataran berumput datar.

Wilayah ini adalah rumah bagi hewan liar seperti singa, jerapah, gajah, hyena, cheetah, dan rusa kutub. Sementara itu, wilayah tengah dan selatan Afrika didominasi oleh hutan hujan. Banyak dari hutan ini tumbuh subur di sekitar sungai besar lainnya di Afrika, Zambezi, Kongo, dan Niger.

Benua Asia adalah benua terbesar yang terbentang dari Laut Mediterania bagian timur hingga Samudra Pasifik bagian barat. Di benua ini terdapat lebih dari 40 negara di Asia. Beberapa di antaranya adalah negara berpenduduk terpadat di dunia, termasuk Cina, India, dan Indonesia.

Enam puluh persen populasi bumi tinggal di Asia. Benua Asia mencakup banyak negara kepulauan, di antaranya negara Filipina, Indonesia, Jepang, dan Taiwan. Benua ini memiliki berbagai wilayah iklim, dari kutub di Arktik Siberia hingga tropis di khatulistiwa Indonesia.

Sebagian Asia Tengah kering sepanjang tahun, termasuk Gurun Gobi di Cina dan Mongolia. Di sisi lain, Asia Tenggara bergantung pada musim hujan tahunan, yang membawa hujan dan memungkinkan pertanian. Benua Australia adalah benua terkecil.

Kondisi di benua Australia merupakan yang terdatar dan terkering kedua setelah Antartika. Benua Australia mencakup ribuan pulau kecil di Pasifik Tengah dan Pasifik Selatan, terutama Melanesia, Mikronesia, dan Polinesia, sehingga disebut sebagai Oseania. Negara negara yang ada di benua ini yaitu Australia, bagian timur pulau New Guinea (bangsa Papua Nugini) dan negara pulau Selandia Baru (New Zealand).

Luas benua Australia mencakup kurang dari 8,5 juta kilometer persegi. Benua ini memiliki curah hujan ringan di dataran tinggi. Daratan Australia terkenal dengan daerah gurun di pedalaman yang sangat kering, panas, dan tandus.

Selain itu, benua Australia juga memiliki hutan hujan khatulistiwa yang rimbun di pulau New Guinea, pantai tropis, dan puncak gunung yang tinggi serta gletser di Selandia Baru. Sebagian besar orang Australia tinggal di kota kota di sepanjang pantai selatan dan timur daratan, misalnya Kota Perth, Sydney, Brisbane, Melbourne, dan Adelaide. Benua Antartika adalah tempat paling berangin, terkering, dan paling dingin di Bumi.

Tidak ada populasi manusia yang permanen di benua ini. Iklim Antartika tidak memungkinkan untuk mendukung pertanian atau peradaban permanen. Suhu di Antartika, jauh lebih rendah dari suhu Arktik, turun lebih rendah dari 73 derajat Celcius.

Manusia yang tinggal di Antartika biasanya adalah para peneliti di laboratorium. Suhu beku Antartika menjadikannya tempat yang sangat baik untuk mempelajari sejarah atmosfer dan iklim Bumi. Inti es dari lapisan es Antartika yang besar telah mencatat perubahan suhu Bumi dan gas atmosfer selama ribuan tahun.

Antartika juga merupakan tempat yang ideal untuk menemukan meteorit, atau benda berbatu yang menghantam Bumi dari luar angkasa. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.