Intip Rumah Wijaya di Jakarta, Tempat Nongkrong Sekaligus Berkesenian

Penat dengan kegiatan rutinitas, membuat masyarakat mencoba untuk mencari kegiatan untuk merilekskan diri. Biasanya, sebagian orang mengunjungi tempat kopi seperti kafe atau pergi tempat makan. Beberapa orang memutuskan untuk healing ke tempat wisata. Di Jakarta, ternyata ada lokasi yang bisa jadi tempat nongkrong dan mengasah kreatifitas diri.

Berkolaborasi dengan Ganara Art, Rumah Wijaya menawarkan beberapa kegiatan dengan ruangan experience berbeda. Tidak sekadar mengopi dan cemilan, di sini pengunjung bisa berkreasi dengan membuat karya karya seni. Misalnya melukis, desain, mewarnai, menari dan sebagainya. "Di sini bisa sambil berkegiatan dan bikin art. Dengan berkesenian, seseorang bisa melepaskan stres. Selain itu, bisa juga bawa hasil karya kita dan nongkrong. Punya pengalaman berbeda dari yang lain," ungkap Founder dan Art Director Ganara Art, Tita Djumaryo, Kamis (24/3/2022).

Bekerja sama dengan Ganara Art, di Rumah Wijaya pengunjung bisa mengikuti kelas seni. Siapa pun bisa masuk dan mendaftar. Dari usia dua tahun hingga orang dewasa. Ada beberapa kelas yang bisa diikuti. Pertama sensorik untuk anak balita. Kedua painting, untuk anak anak. Selain itu ada juga painting untuk remaja dan dewasa. Selain itu ada juga kelas print making seperti bikin tas dan topi. Selain itu Rumah Wijaya menyediakan berbagai fasilitas yang dapat memenuhi beragam kebutuhan acara serta program.

Variasi area indoor dan outdoor membuka ruang imajinasi yang luas untuk berkreasi. Serta berproses melalui rangkaian aktivitas kreatif dan memberdayakan. Dilengkapi dengan Ganara Cup of Art Lounge, Rumah Wijaya juga menjadi wadah berkreasi dimana pengunjung dapat menikmati suasana rindang area Wijaya melalui beragam kreasi seni. Di sini juga tersedia fasilitasi training untuk menekankan pengembangan pribadi dan profesional, menggunakan seni dan public speaking.

Tita pun menyampaikan tujuan kolaborasi Ganara Art dengan Rumah Wijaya ini. Ia berharap berkesenian bisa dijangkau semua orang. "Saya lihat dari dulu hingga sekarang tidak berubah, seni tidak terjangkau. Padahal seni tidak sekadar lukisan, tapi lebih dari itu dan bisa membantu orang healing. Seni bisa dilakukan semua orang," paparnya lagi. Selain itu ia berharap beberapa tahun ke depan orangtua tidak lagi takut saat anak memutuskan untuk masuk sekolah seni. Apa lagi pekerja seni saat ini mulai dicari. Berkesenian juga mempunyai manfaat lain bagi psikologi.

"Mulai usia dini mungkin untuk memahami seni itu penting. Karena seni juga mengasah empati. Biasanya anak yang berkesenian tidak pemarah dan gampang mengekpresikan diri. Itu juga berlaku pada orang dewasa," pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.